| Sumber : jitunews.com |
Sidorame.Net Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam safari politik di Pulau Jawa yang bertajuk "SBY Tour De Java", menyempatkan diri menyambangi kader dan masyarakat Kabupaten Pati. Kader dan simpatisan menyambut kedatangan SBY bersama rombongan, di Warung Pati Dua Kelinci, Rabu siang (16/3).
Safari politiknya itu, SBY didampingi Ibu Any dan jajaran Pengurus Pusat Partai Demokrat, Dalam kesempatan itu, merupakan bagian dari upaya untuk mendengar aspirasi rakyat dan kader menjelang Pilkada serentak 2017 mendatang. Nyatanya, SBY juga mengundang perwakilan masyarakat di Kabupaten Pati untuk berdiskusi. Seperti perwakilan Kepala Desa, Pengusaha, Guru, dan Nelayan.
Lihat Juga : CCTV DI KAMAR MANDI Gegerkan Toilet PNS Setda Rembang
Perwakilan Nelayan, Didik Margiono mengungkapkan, selama ini nelayan, terutama cantrang di Juwana mengalami keresahan berkepanjangan, sejak terbitnya regulasi seperti halnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets), karena merugikan nelayan.
“Apalagi adanya moratorium yang mengenakan kami sebagai pelaku usaha yang dijanjikan akan dicabut, tapi nyatakan masih berlaku sampai sekarang. Yang paling menyakitkan, adanya PP No.75/2015. Yang dulunya bayar Pungutan Hasil Perikanan (PHP) dari yang dulu Rp.100juta, sekarang bagi kapal dibawah 200 GT itu, harus membayar empat ratus persen,” keluhnya.
Selain PHP, kata Didik Margiono, dengan sistem bagi hasil, akan membawa dampak yang mematikan mata pencaharian nelayan.
“Apalagi adanya moratorium yang mengenakan kami sebagai pelaku usaha yang dijanjikan akan dicabut, tapi nyatakan masih berlaku sampai sekarang. Yang paling menyakitkan, adanya PP No.75/2015. Yang dulunya bayar Pungutan Hasil Perikanan (PHP) dari yang dulu Rp.100juta, sekarang bagi kapal dibawah 200 GT itu, harus membayar empat ratus persen,” keluhnya.
Selain PHP, kata Didik Margiono, dengan sistem bagi hasil, akan membawa dampak yang mematikan mata pencaharian nelayan.
Baca Juga : Ratusan Rumah Rusak Akibat Puting Beliung Di Kayen Pati
Terhadap keluhan nelayan itu, SBY memerintahkan Pengurus Partainya, untuk membentuk Kelompok Kerja Khusus di jajaran partai, untuk memberikan solusi sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi para nelayan.
“Jadi maksud saya tidak hanya parsial saja dalam, kita harus memiliki posisi yang kuat. Sehingga ketika kita memperjuangkan ke Pemerintah juga kuat. Jadi saya memang merasakan betapa menderitanya nelayan, ketika tidak sedang mendapatkan hasil. Untuk itu, perlu treatmen khusus, baik undang-undangnya, peraturan pemerintahnya, maupun peraturan perpajakannya,” kata SBY.
Setelah dari Semarang, Jepara, Kudus dan Pati, dalam safari politik Tour De Java, rombongan SBY, melanjutkan kunjungannya untuk bertemu dengan kader dan simpatisannya di Kabupaten Rembang
“Jadi maksud saya tidak hanya parsial saja dalam, kita harus memiliki posisi yang kuat. Sehingga ketika kita memperjuangkan ke Pemerintah juga kuat. Jadi saya memang merasakan betapa menderitanya nelayan, ketika tidak sedang mendapatkan hasil. Untuk itu, perlu treatmen khusus, baik undang-undangnya, peraturan pemerintahnya, maupun peraturan perpajakannya,” kata SBY.
Setelah dari Semarang, Jepara, Kudus dan Pati, dalam safari politik Tour De Java, rombongan SBY, melanjutkan kunjungannya untuk bertemu dengan kader dan simpatisannya di Kabupaten Rembang
sumber : www.pasfmpati.com
Add Your Comments