-->

Disqus for Sidorame

Menjadi Dosen Yang Dicari-cari Mahasiswa


Imam SuprayogoPada kenyataannya tidak semua dosen selalu dicari mahasiswanya. Ada saja dosen yang diikuti oleh mahasiswanya oleh karena sekedar namanya terpampang pada jadwal kuliah yang harus diikuti. Mungkin saja mata kuliah yang dimaksudkan itu sebenarnya menarik dan dibutuhkan, tetapi oleh karena  dosen yang bersangkutan dianggap tidak  mampu menunaikan tugasnya  dengan baik, maka mahasiswa mengikuti kuliah hanya dalam keadaan terpaksa.

Memang tidak semua perguruan tinggi berhasil menyediakan dosen yang berkualitas.  Ukuran kualitas itu biasanya hanya dilihat dari latar belakang pendidikan, misalnya bergelar Doktor (S3),  banyaknya pengalaman memberi kuliah, dan sejenisnya. Namun di dalam ruang kuliah, ternyata  dosen yang bergelar Doktor tidak selalu  menggambarkan kualitas yang diharapkan itu. Ada saja dosen yang belum Doktor dan masih baru tetapi justru diminati oleh mahasiswa oleh karena mampu menjelaskan materi kuliah dengan baik, menginspirasi, dan lainnya. 

Perguruan tinggi tidak gampang mencari dosen yang menarik sebagaimana harapan mahasiswanya.  Mengetahui bahwa seseorang pantas menjadi dosen atau tidak, biasanya hanya dilihat dari latar belakang pendidikannya, misalnya ijazah dan transkripnya, status akreditasi perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah itu, dan sejenisnya.  Calon dosen yang memenuhi kriteria itu  dianggapnya mampu, tetapi pada kenyataannya  tidak sebagaimana digambarkan itu. 

Mahasiswa belajar ke perguruan tinggi adalah untuk mencari ilmu. Oleh karena itu kehadiran dosennya untuk memberi kuliah di kampus seharusnya  ditunggu-tunggu. Akan tetapi lagi-lagi kenyataannya tidak selalu demikian. Ada saja mahasiswa yang ketika dosennya tidak masuk justru  bergembira. Hal demikian itu menandakan, bahwa perkulihannya kurang menarik, setidaknya bagi mahasiswa yang merasa gembira itu. Mereka mengikuti kuliah hanya sekedar memenuhi daftar hadir agar pada akhir semester berhak mengikuti ujian. 

Kenyataan tersebut sebenarnya merupakan problem mendasar yang harus diselesaikan oleh banyak perguruan tinggi. Mencari dosen berkualitas hingga  selalu dicari-cari  oleh para mahasiswanya ternyata tidak mudah. Akibatnya, perguruan tinggi yang  bersangkutan menggunakan dosen yang hanya memenuhi syarat formal. Sementara itu, meningkatkan kemampuan dan kualitas dosen juga tidak mudah. Cara yang bisa ditempuh hanyalah mengirim mereka untuk studi lanjut. Namun strategi itu ternyata juga tidak menjamin bahwa setelah lulus yang bersangkutan memenuhi harapan, yakni  menjadi dosen yang dicari-cari oleh mahasiswanya. 

Menilai  bahwa mahasiswa di suatu kampus tidak memiliki minat  yang kuat terhadap ilmu, sebenarnya tidak selalu tepat. Buktinya, jika di suatu saat  hadir seorang dosen tamu yang dikenal memiliki ilmu dan pengalaman yang luas, ternyata mahasiswa berbondong-bondong ikut mendengarkan kuliahnya.  Keadaan itu menggambarkan bahwa, sebenarnya mahasiswa  masih memiliki semangat  untuk  mendapatkan ilmu. Tetapi ternyata, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa untuk mendapatkan guru atau dosen yang benar-benar berilmu  tidak mudah. Orang yang secara formal dianggap kaya ilmu, tetapi  gambaran itu tidak selalu terbukti.  

Sebenarnya, seseorang yang berhasil meraih gelar akademik tertentu, apalagi lulus Doktor misalnya,  telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan ilmu yang ada pada dirinya. Namun potensi dan kemampuan itu pada kenyataannya tidak selalu dikembangkan. Setelah lulus menjadi Doktor, yang bersangkutan  tidak pernah meneliti, tidak pernah menulis, dan tidak mengikuti perkembangan ilmu yang begitu cepat. Akibatnya,  seorang bergelar  Doktor pun bisa ketinggalan, dan ketika memberi kuliah tidak menarih, tidak memberi tambahan ilmu, dan juga tidak mengisnpirasi kepada mahasiswanya.   

Padahal, sebagai seorang ilmuwan di kampus, pekerjaan meneliti, menulis, berdiskusi  dengan teman sejawat, mengikuti seminar dan berbagai pertemuan ilmiah seharusnya adalah menjadi kegiatan rutin. Jika  tugas-tugas itu selalu dilakukan atau bahkan menjadi bagian hidupnya, maka yang bersangkutan akan menjadi dosen yang dicari-cari mahasiswanya, dan bukan  justru sebaliknya, yaitu  diharapkan tidak hadir. Wallahu a’lam

* Share dari Prof Imam Suprayogo ( Guru Besar UIN Malang ) 


Add Your Comments

Disqus Comments