Sebelumnya: Misteri Pembunuhan Mahasiswi Kudus TerungkapLanjutan - Di hadapan polisi, pelaku menceritakan kejadian nahas itu. Sebelum kejadian, pelaku hendak ke Kudus, guna mengunjungi keponakannya. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan di perumahah Akpol Semarang itu baru pulang dari tempatnya bekerja.
Di tengah perjalanan pulang yakni di lampu merah Trengguli Demak, pelaku melihat korban mengendarai sepeda motor. Pelaku berupaya mengajak kenalan korban. Namun korban menolaknya. Merasa ditolak, pelaku justru kian penasaran. “Saya colek dia (korban,red) tapi dia malah kabur dan masuk sungai,” kata pelaku di Mapolres Demak, Jumat (4/12/2015) malam.
| Sumber: Kompas |
Mengetahui korbannya tewas, Sukriyanto urung ke Kudus. Spontan dia menuju rumah mertuanya. Pengakuan pelaku, selama di rumah selalu dibayangi ketakutan. Hal itu membuat pelaku ingin menyerahkan diri ke polisi. Tapi keburu didatangi polisi.
“Kami menangkap Sukriyanto untuk dimintai keterangan sehari setelah kejadian yakni pada pukul 19.00 malam, ” kata Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Philip Samosir.
Sebelumnya dikabarkan, lulusan S1 kebidanan UNS ditemukan tewas di saluran irigasi sungai wilayah Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (03/12/2015) malam.
Korban saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban yang mengenakan baju merah marun serta rok hitam itu terluka pada dagu dan mulut mengeluarkan darah.
Di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, Handphone, tas, dan dompet korban
sumber: kompas.com